Artikel

Pemeriksaan Tim Kesehatan Terhadap Balita Stunting Di Wilayah RW.01 Desa Linggar Kecamatan Rancaekek

21 Maret 2019 11:30:23  Administrator  202 Kali Dibaca  Berita Desa

Petugas Kesehatan dari Puskesmas Linggar dan UPT Yankes Kecamatan Rancaekek dengan didampingi oleh kader Desa Linggar, hari ini (21/03) melaksanakan Kegiatan pemeriksaan terhadap balita “stunting” di wilayah RW.01 Desa Linggar Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung.

Stunting adalah penyebab anak bertubuh pendek

Stunting adalah kondisi di mana anak mengalami gangguan pertumbuhan sehingga menyebabkan ia lebih pendek ketimbang teman-teman seusianya. Banyak yang tak tahu kalau anak pendek adalah tanda dari adanya masalah pertumbuhan si kecil. Apalagi, jika stunting dialami oleh anak yang masih di bawah usia 2 tahun. Hal ini harus segera ditangani dengan segera dan tepat. Pasalnya stunting adalah kejadian yang tak bisa dikembalikan seperti semula jika sudah terjadi.

Kondisi ini disebabkan oleh tidak tercukupinya asupan gizi anak, bahkan sejak ia masih di dalam kandungan. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa 20% kejadian stunting sudah terjadi ketika bayi masih berada di dalam kandungan. Kondisi ini diakibatka oleh asupan ibu selama kehamilan kurang berkualitas, sehingga nutrisi yang diterima janin sedikit. Akhirnya, pertumbuhan di dalam kandungan mulai terhambat dan terus berlanjut setelah kelahiran.

Selain itu, stunting juga bisa terjadi akibat asupan gizi saat anak masih di bawah usia 2 tahun tidak tercukupi. Entah itu tidak diberikan ASI eksklusif ataupun MPASI (makanan pendamping ASI) yang diberikan kurang mengandung zat gizi yang berkualitas.

Banyak teori yang menyatakan bahwa kurangnya asupan makanan yang mengandung zink, zat besi, serta protein ketika anak masih berusia balita adalah salah satu faktor utama yang menyebabkan kejadian ini.

Bagaimana saya bisa tahu kalau anak pendek?

Tanda utama stunting adalah tubuh pendek di bawah rata-rata. Tinggi-pendeknya anak sebenarnya bisa Anda ketahui jika Anda memantau tumbuh kembang si kecil sejak ia lahir. Beberapa gejala dan tanda lain yang terjadi kalau anak mengalami gangguan pertumbuhan:

Berat badan tidak naik, bahkan cenderung menurun

Perkembangan tubuh terhambat, seperti telat menarche (menstruasi pertama anak perempuan)

Anak mudah terkena penyakit infeksi

Sementara, untuk tahu apakah tinggi anak normal atau tidak, Anda harus secara rutin memeriksakannya ke pelayanan kesehatan terdekat. Misalnya saja, membawa si kecil ke Posyandu atau Puskesmas terdekat setiap bulan.

Apa dampaknya jika anak pendek sejak kecil?

Stunting adalah gangguan pertumbuhan. Jika tidak ditangani dengan baik maka akan memengaruhi pertumbuhannya hingga ia dewasa nanti. Tidak cuma dampak fisik saja. Berikut adalah risiko yang dialami oleh anak pendek atau stunting di kemudian hari.

Kesulitan belajar

Kemampuan kognitifnya lemah

Mudah lelah dan tak lincah dibandingkan dengan anak-anak lain seusianya

Risiko untuk terserang penyakit infeksi lebih tinggi

Risiko mengalami berbagai penyakit kronis (diabetes, penyakit jantung, kanker, dan lain-lain) di usia dewasa

Ketika dewasa nanti, bahkan dilaporkan bahwa anak pendek akan memiliki tingkat produktifitas yang rendah dan sulit bersaing di dalam dunia kerja. Ya, stunting adalah masalah gizi yang berdampak hingga anak berusia lanjut usia apabila tidak ditangani segera.

Apakah stunting masih bisa diatasi dan diperbaiki?

Sayangnya, stunting adalah kondisi gangguan pertumbuhan yang tidak bisa dikembalikan seperti semula. Maksudnya, ketika seorang anak sudah stunting atau pendek sejak ia masih balita, maka pertumbuhannya akan terus lambat hingga ia dewasa.

Saat puber, ia tidak dapat mencapai pertumbuhan maksimal akibat sudah terkena stunting di waktu kecil. Meskipun, Anda telah memberikannya makanan yang kaya akan gizi, namun tetap saja pertumbuhannya tidak dapat maksimal.

Namun, tetap penting bagi Anda memberikan berbagai makanan yang bergizi tinggi agar mencegah kondisi si kecil semakin buruk dan gangguan pertumbuhan yang ia alami semakin parah. Oleh karena itu, sebenarnya hal ini dapat dicegah dengan cara memberikan nutrisi yang maksimal saat awal-awal kehidupannya, yaitu 1.000 hari pertama kehidupan.

Jika Anda mengetahui bahwa si kecil mengalami kondisi ini, maka sebaiknya segera konsultasikan pada dokter anak Anda, agar cepat teratasi.

 

Sumber:

https://hellosehat.com/parenting/kesehatan-anak/stunting-adalah-anak-pendek/

Kirim Komentar


Nama
No. Hp
Isi Pesan
  CAPTCHA Image [ Ganti gambar ]
  Isikan kode di gambar
 


Informasi COVID-19 Kabupaten Bandung

KLIK GAMBAR DIBAWAH INI ..... !!!

Peta Desa

Aparatur Desa

Sinergi Program

KEMENDES
DPMD KAB BANDUNG DPMD PROV JABAR
KAB BANDUNG PROFIL KEPALA DESA PROV JABAR
KECAMATAN RANCAEKEK
DISKOMINFO
E-LAPOR JABAR QUICK RESPONE
SENSUS PENDUDUK 2020

Agenda

Belum ada agenda

Statistik Penduduk

Wilayah Desa

Lokasi Kantor Desa

Komentar Terbaru

Info Media Sosial

Statistik Pengunjung

  • Hari ini:514
    Kemarin:609
    Total Pengunjung:242.769
    Sistem Operasi:Unknown Platform
    IP Address:202.180.16.2
    Browser:Tidak ditemukan

Arsip Artikel

22 November 2017 | 187 Kali
Banjir di wilayah Desa Linggar
15 Januari 2018 | 181 Kali
Siap-siap, 20 Januari KPU Gelar Coklit Serentak untuk Data Pemilih
22 Juni 2017 | 173 Kali
Cuti Bersama Hari Raya I'dul Fitri 1438 H
17 Agustus 2019 | 177 Kali
Kemeriahan Kegiatan Peringatan HUT RI Ke-74 Di Lapangan Desa Linggar
15 Juni 2017 | 175 Kali
Ikhtisar APBDes Linggar 2017
24 Agustus 2016 | 309 Kali
Data Desa
12 Juni 2017 | 299 Kali
POS KB

Jadwal Shalat

jadwal-sholat